17/03/2009 09:32:16 YERUSALEM (KR) - Israel membatalkan rapat penting Kabinet beberapa jam sebelum acara dimulai, Senin (16/3) pagi, memberi waktu negosiator untuk menyelesaikan perjanjian dengan Hamas terkait pembebasan prajurit Israel yang ditahan oleh milisi Palestina di Jalur Gaza.Israel juga mempersoalkan penembakan oleh warga Palestina di Tepi Barat yang menewaskan dua polisi Israel. Saat pembicaraan di Kairo diteruskan hingga lewat tengah malam, PM Ehud Olmert menjadwal ulang rapat kabinet pada Selasa (17/3) pagi. Sebelumnya, ia mengatakan sesi pembicaraan itu menjadi upaya terakhir sebelum diambil alih oleh pemerintah Israel.
PM Benjamin Netanyahu juga tak akan berkompromi untuk mengakomodasi permintaan Hamas menukar prajurit dengan ratusan tahanan warga Palestina. Israel pernah menyetujui hal itu, namun muncul kritik pembebasan tahanan bisa meningkatkan kekerasan di jalanan.
Saat pertemuan berlangsung kemarin, pria Palestina bersenjata menembak mati dua polisi Israel yang tengah berkendara di Tepi Barat, kata pejabat keamanan Israel yang tak mau disebut namanya. Direktur Israel Rescue Service Eli Bean mengatakan medis menemukan kendaraan terbalik di jalan Jordan Valley dengan kedua polisi yang tertembak di dalamnya. Peristiwa ini adalah kasus penembakan fatal pertama di Tepi Barat sejak April 2008. Pakar militer Israel mengatakan serangan ini sengaja dilakukan bersamaan dengan pembicaraan di Mesir.
Pejabat pertahanan Israel yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan penukaran tahanan diwujudkan, membutuhkan suara untuk meloloskannya. Ia mengatakan pertemuan itu sangat serius. Pembebasan Sersan Gilad Schalit menjadi kemenangan diplomatis bagi Olmert di saat hari-hari terakhir ia menjabat. Schalit (22) ditangkap pada Juni 2006 lalu dalam serangan di perbatasan yang menewaskan dua prajurit lainnya. Penangkapan itu tak lama setelah Olmert menjabat dan kasus ini terus mencuat selama tiga tahun.
Berbicara ke Kabinetnya, Olmert mengatakan ia mengirim Yuval Diskin, kepala badan keamanan internal Shin Bet dan mantan negosiator Ofer Dekel ke Kairo. Perwakilan Hamas di Mesir dan Jalur Gaza enggan berkomentar dengan perkembangan itu. “Permintaan kami jelas dan telah kami ungkap ke Mesir. Jika mereka menyetujui pembebasan tahanan kami, Schalit akan bebas,” kata Abu Obeida, jubir sayap militer Hamas. Saat yang sama, perwakilan Hamas dan Fatah juga bertemu di Kairo membicarakan isu sensitif mengakui Israel untuk menghentikan Hamas yang menguasai Gaza pada Juni 2007 lalu. (http://222.124.164.132/web/). (AP/M-4)-o








